RSS

Seberapa Menariknya Tawaran di Travel Fair?

Minggu ini ada godaan yang mengganggu iman. Iya, iman bagian traveling saya terusik setelah melihat sebuah digital poster bertuliskan destinasi wisata berdampingan dengan gerombolan angka-angka yang bikin mata terbelalak! Ya gimana nggak, tiket pesawat pergi-pulang dari maskapai premium Indonesia, Garuda Indonesia, termasuk fuel surcharge dan biaya lainnya, dengan harga yang itu tadi: MENGGODA IMAN JALAN-JALAN! :)))

Apa-Apaan Ini Harganyaaaa?? *kekep dompet erat*

Apa-Apaan Ini Harganyaaaa?? *kekep dompet erat*

Ternyata digital flyer ini punyanya Dwidayatour, agen perjalanan platinum yang ikutan di acara Garuda Indonesia Travel Fair (GATF 2015) di JCC Senayan, 25-27 September 2015. Nah, acara travel fair model gini emang jadi ajang cari-cari tiket mursida alias murah buat pehobi jalan-jalan yang doyan hunting tiket murah, kayak saya! 😀

Screen Shot 2015-09-26 at 4.13.24 PM

Menurut saya, ada beberapa keuntungan kita datang ke travel fair, diantaranya:

* Tentu saja dapat banyak pilihan tiket pesawat berharga murah, baik tujuan domestik maupun internasional. Nggak cuma tiket pesawat, travel agent biasanya punya promo juga buat tur, akomodasi dan tiket tempat-tempat wisata, jadi jangan langsung nolak ya kalau ada tawaran paket lengkap dari travel agent, karena bisa jadi itu good deal, lho.

* Promo bank juga membantu bikin harga tiket kita lebih murah lagi, jadi pastikan kamu bawa kartu kredit ataupun kartu ATM, ya. Contohnya di GATF 2015 kali ini ada penawaran dari bank BRI dan BNI.

* Biasanya ada penawaran lagi dari travel agent untuk pembelian jumlah tertentu atau cashback. Tips: Mesti jeli liat penawaran dan ga boleh ragu-ragu buat tanya ke travel consultant yang ada di masing-masing booth, ya!

* Bisa beli beragam benda-benda keperluan traveling, kayak koper, ransel, penutup mata, tas kecil untuk paspor, gembok kecil, dll dengan harga miring! Yeay! 😀

* Last but not least, bisa ketemu jodoh buat kamu yang jomblo. Eh, serius lho, kan kita ga tau bakalan ketemu jodoh di mana 😀 plus bonus kenyataan si jodoh ini ternyata hobi traveling 🙂 ihiy!

Situasi GATF di boothnya Dwidayatour

Situasi GATF di boothnya Dwidayatour

Biasanya, sebelum ke travel fair biasanya saya akan kepo ke beberapa penawaran ke destinasi yang masuk daftar destinasi yang saya mau kunjungi, termasuk browsing ke situs http://dwidayatour.co.id/ cek promo #LiburMudahMurah yang mereka tawarkan. Ternyata khusus di GATF 2015, ada penawaran seru nih, misalnya dapat voucher Dwidayatour 300ribu tiap beli tiket ekonomi class minimal 4 pax untuk 20 orang pertama setiap hari. WOW!!

AqAkoqi_uQJqUoWzbwBXLljaw5Bhw_djJk3BqDUpr2cA

Ramenya travel fair..

Tapiii.. Travel fair model-model GATF ini pastinya bakalan rame ya. Ya kan yang doyan tiket murah dan semua yang murah-murah nggak cuma kita doang, kan yah.. Sooo, kita sebagai pengunjung travel fair mesti hati-hati jaga barang berharga pas di sana dan jangan juga banyakin stok sabar lah.. Hehe.. Tau kan, jalanan di Jakarta pas weekend kayak gimana? Belum cari parkiran di JCC yang sama rumitnya sama cari jodoh. #eh

Antrean masuk travel fair, sabar yaaah :D foto dari sini

Antrean masuk travel fair, sabar yaaah 😀 foto dari sini

Untungnya, nih, ternyata promo-promo Dwidayatour bukan cuma bisa dinikmati kamu yang jadi pengunjung GATF 2015, tapi semua orang bisa dapat promo yang sama seperti promo Dwidayatour di GATF. Lho? Iyaaa, baik banget ya, Dwidayatour! *cium-cium websitenya #lho*

Caranya gampang kok, kamu cukup datang ke cabang Dwidayatour terdekat dari lokasi kamu (cek website buat lokasi terdekat –kebanyakan adanya di mall) dan langsung beli deh tiket pesawat, tur ataupun akomodasi yang kamu mau. Supaya makin hemat, pembelian tiket atau paket tur dan akomodasi di Dwidayatour juga bisa menggunakan cicilan dari beberapa bank partnernya! Seperti cicilan 0% 3 dan 6 bulan dari ANZ, BCA, Mandiri, Permata dan BRI. Asyiik! 😀 *makin kekepin dompet* BAHAYA! :))

Jangan lupa, kamu harus datang selama periode GATF 2015 ya, alias 25-27 September 2015 saja. Menarik bukan? 😀 Hati-hati kalap ya! :))

 
1 Comment

Posted by on September 26, 2015 in Information, Lifestyle, Traveling

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Kenalan baru: Keluarga Blade

Akhir November lalu, saya diundang ke acara peluncuran smartphone terbarunya ZTE di sebuah cafe di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Meski sedang les intensif di Kuningan, saya bela-belain datang, dong. Hehehe, penasaran kayak apa smartphone kece keluaran produsen handset asal Shenzhen, China ini. Masih inget dong, saya pernah memakai salah satu koleksi ZTE yang sampai sekarang tetap jadi favorit: Nubia. Baca tulisan saya di sini. Makanya kondisi jalanan yang saat itu hujan nggak menghalangi niat saya buat jadi orang-orang yang pertama update koleksi barunya ZTE 😀

ZTE Corporation memperkenalkan Blade Series

ZTE Corporation memperkenalkan Blade Series

Fritz Wang dari ZTE memperkenalkan 3 keluarga barunya ZTE, yaitu Blade Series: Blade Vec Pro, Blade G Lux dan Blade G. *applause* Terus terang saya kaget juga, kenapa ZTE langsung keluarin 3 macam smartphone, ya? Ternyata ZTE mencoba memahami keinginan kita sebagai konsumen yang tentu saja berbeda antara satu dengan yang lainnya. *Awww, so sweet* Jadi si keluarga Blade masing-masing punya keunggulan sendiri-sendiri di tiap tipenya. Ada yang unggul di teknologi, ada di desain yang simpel dan nggak ribet serta tak lupa pertimbangan harganya. Salah satu hal yang paling saya ingat dari produk-produk ZTE adalah harganya terjangkau dengan fitur handphone yang maksimal di kelasnya. Ya wajar, sih, soalnya ZTE menjalankan bisnis telekomunikasi sudah lebih dari 16 tahun di dunia dan sudah bekerja sama dengan hampir 250 operator dunia, jadi nggak perlu diragukan lagi, lah, kualitas produknya.

Suasana peluncuran ZTE Blade

Suasana peluncuran ZTE Blade

Nah, apa aja yang jadi keunggulan tiap seri Blade yang diperkenalkan? Saya ajak untuk kenalan per produk, ya.

ZTE Blade G

Handset dengan Android Kitkat termurah: ZTE Blade G

Handset dengan Android Kitkat termurah: ZTE Blade G

Ponsel ini menawarkan sistem operasional yang gampang, desain fashionable (penting!), tipis dan enak di genggaman tangan. Seri ini merupakan smartphone Android Kitkat termurah, lho! Walaupun paling murah, namun fitur ngga murahan, karena dilengkapi layar anti gores, 1.2GHz dual core, self timer, face detection dan smile shot, pas lah buat yang doyan selfie! 😀

Harga: Rp. 699.000

Berikut informasi mengenai spesifikasi ZTE Blade G yang saya comot dari lamannya ZTE:

Basic Information

Dimensions 133mm x 67mm x 9.8mm
Weight 120g
Battery capacity 2000 mAh, Li-ion
Screen Size 4.5 inch
Camera 5 MPx, AF/Flash, 0.3 MPx Front
Display 4.5” FWVGA (854 x 480) 16M TFT, IPS

System Information

Network UMTS
Band Edge: 900/1800/1900, HSPA: 900/2100 7.2Mbps DL, 5.76 UL
OS Android 4.1
CPU dual-core
Memory 4GB ROM, 512 MB RAM, Micro SD up to 32GB

Advanced Features

Audio AMR-NB, AAC, AAC+
Video H.263, H.264, MPEG4 30fps – recording 15 fps
Wi-fi 802.11 b/g/n
Others Support GPS, BT, Fota, FM

ZTE Blade G Lux

Desain ponsel ini ringkas dan simpel, cocok buat kamu si anak muda pencinta kepraktisan! Dilengkapi layar anti gores sebesar 4,5 inch dan mobile operating system Android 4.4 (Kitkat). Kameranya juga cukup kece, 5 MP di kamera belakang dan 2 MP demi keeksisan foto selfie kamu! 🙂

Suka banget warna putih mutiaranya dipadu blue ring di tombol utama dan kamera belakangnya!

Suka banget warna putih mutiara yang cantik dipadu blue ring di tombol utama dan kamera belakangnya!

Berikut spesifikasi Blade G Lux dari laman ZTE:

Device Features

  • Operating System:Android 4.4.2
  • Processor:MT6572, 1.3GHz Dual Core
  • Dimensions:132 * 66 * 9.1mm
  • Weight:135 gr
  • Display:4.5 “, FWVGA480 * 854

Technical Specifications

  • Network:GSM / UMTS / HSPA + 21Mbps GSM 850/900/1800 / 1900MHz WCDMA 900 / 2100MHz
  • Battery:1850mAh
  • Connectivity:WiFi 802.11b / g / n / GPS with AGPS / Bluetooth 3.0 / Accelerometer / Proximity / Light / SIM standard 2FF

Extra Information

  • Memory:512M RAM + 4GB ROM / MicroSD slot up to 32GB
  • Camera:8M Back Camera / Auto Focus, LED Flash / Front 2MP Camera
  • Applications:GPS with AGPS

Harga: Rp. 1.199.000

Nah, yang ini favorit saya:

ZTE Blade Vec Pro

Ponsel yang dilengkapi prosesor terbaik Octa Core ini punya banyak banget keunggulan keren sebagai kamera profesional! Ada 7 class exposure, 6 pilihan efek warna, 13 piihan scene, independent focus, panorama, HDR, exposure dan baterai yang tahan lama. Selain itu, desainnya tipis (cuma 7,5 mm) dan layar tanpa finger print sungguhlah kece dipadu Glass Fiber Scratch Retardant.

Fitur Blade Vec Pro bak fitur yang dimiliki kamera profesional

Fitur Blade Vec Pro bak fitur yang dimiliki kamera profesional

Keunggulan Blade Vec Pro:

  • Layar besar (5 inch) dengan resolusi tinggi 720 x 1280 pixels
  • Kamera kece 8 MP
  • Prosesor Quad Core
  • Support jaringan 4G

Berikut spesifikasinya yang saya cuplik dari sini:

Basic Information

Dimensions 142.3×70.4×7.8mm
Battery capacity 2300mAh
Screen Size 5.0 inch
Camera 13MP Rear Main Camera, Auto Focus, LED Flash, 2MP Front Camera
Display 5.0”HD, 1280×720

System Information

Network LTE
Band LTE: 800/900/1800/2600 Cat 4, GSM/UMTS: GSM 900/1800/1900MHz, WCDMA 900/1900/2100MHz
OS Android 4.4
CPU quad-core
Processor Qualcomm®SnapdragonTM 400 processor with 1.2 GHz quad-core CPUs
Memory 1GB RAM + 16GB ROM

Advanced Features

Wi-fi 802.11b/g/n
Bluetooth Bluetooth 4.0
Others GPS, with AGPS, Accelerometer/Proximity/Light

Harga: Rp. 2.499.000

Setelah kenalan dengan keluarga Blade, kamu naksir Blade yang mana?

 
2 Comments

Posted by on December 14, 2014 in Gadget, Information, Review

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Macau, Negeri Impian

“Ne, sepanjang lo keliling tempat wisata, mana, sih, tempat favorit lo?”

“Macau, lah. Gue selalu pengen balik ke situ.”

Baru-baru ini saya tak sengaja ‘terdampar’ menonton sebuah video di Youtube. Judulnya membuat saya ingin lekas menekan tanda play: Macau Trip Sightseeing Tour. Arggggh, kangen Macau sangat! 😦

Menonton video ini membawa kenangan manis saat saya pelesir ke City of Dreams itu. Wisata keliling Macau saya jalani 5 tahun lalu. Saya tahu, saya langsung jatuh cinta pada Macau di pandangan pertama. Daerah administrasi khusus Republik Rakyat Tiongkok ini memang membekas di hati. Selain kali itu adalah kali pertama saya bepergian ke luar negeri, suasana Macau yang tenang namun hangat selalu membuat saya ingin kembali lagi.

Semua bermula saat tahun 2009, ibunda tercinta yang biasa saya sapa dengan panggilan “Mami” mengajak saya wisata ke Macau dan Hong Kong, dua daerah administrasi khusus milik Republik Rakyat Tiongkok. Siapa mampu menolak ajakan seru ini? 😉 Maka pada Oktober 2009, saya dan mami berangkat ke Macau.

Tanda mata dari Macau, hihihi

Tanda mata dari Macau, hihihi

Saat sampai Macau, saya baru menyadari kalau Macau sedang bersolek menjelang helatan 56th Grand Prix Formula 3 yang akan berlangsung November 2009, sebulan setelah tanggal saya melancong. Keluar Macau International Airport, kami segera menuju antrean taksi. Agak kaget, karena di jalanan yang penuh atribut persiapan GP F3 itu, si bapak pengemudi taksi menyetir layaknya pebalap mobil F3 yang akan tanding di situ. Kuenceeeeeng! Hihihi.. 😀 Yang unik, semua taksi di Macau tidak bisa dibuka dari dalam jika tidak ‘diizinkan’ oleh pengemudinya. Alias kalau mau turun, ya mesti dipencet tombol dari pengemudi untuk membuka pintunya.

Foto-foto tak jauh dari tempat tinggal saya di Macau saat itu, Guia Hotel

Gaya tak jauh dari tempat tinggal saya di Macau saat itu, Guia Hotel

Selama di Macau, saya mencatat beberapa tempat dan kuliner menarik, diantaranya:

Vasco da Gama Park
Walaupun Laksamana laut kebangsaan Portugis Vasco da Gama belum pernah berkunjung ke Macau, tapi namanya diabadikan menjadi salah satu taman. Saya tak sengaja melewati taman kecil ini, namun menyempatkan beristirahat dan foto-foto tentunya. Dikelilingi pohon-pohon yang membuat tamannya terasa asri, Vasco da Gama juga dilengkapi fasilitas olah raga untuk umum. Saya juga melihat banyak orang tua duduk di taman sambil berolah raga pernafasan. Ah, saya rindu taman ini!

Penanda jalan atau nama tempat di Macau selalu dengan dua bahasa resminya: Portugis dan Kanton. Sumber foto: klik di sini

Salah satu fasilitas olah raga yang sempat saya coba di taman Vasco da Gama

Fasilitas olah raga di taman Vasco da Gama

Ruin of St. Paul’s
Inilah bangunan yang paling wajib didatangi kalau kamu ke Macau, Ruin of St. Paul’s. Sekilas mirip bentuk gereja-gereja Katedral, ya. Memang, dulunya berfungsi sebagai gereja, yaitu Mater Dei Church (1602-1640), namun sempat terbakar, dibangun kembali dan akhirnya menjadi museum dan sejak 2005 menjadi UNESCO World Heritage Site. Sekarang cuma ada bagian depannya saja, seperti bagian pintunya, namun tanpa bagian isi dan belakang. Di belakangnya ada museum dan semua tanpa dikenai biaya bagi pengunjung.

Landmark paling terkenal dari Macau, Ruin of St. Paul's

Landmark paling terkenal dari Macau, Ruin of St. Paul’s. Sumber foto klik di sini.

Saat di Ruin of St. Paul’s saya sempatkan naik dan berfoto dari bagian ‘jendela’ di lantai 2-nya. Namun yang terjadi, saya nampak seperti semut, hahaha.. Kecil banget. Maklum deh, bangunannya tinggi sekali, sekitar 26 meter!

Coba tebak saya yang mana? 😉

Betah banget di area Ruin of St. Paul's! Saya main-main hingga matahari sudah tenggelam

Betah banget di area Ruin of St. Paul’s! Saya main-main hingga matahari sudah tenggelam

Senado Square

Ini dia tempat favorit saya di Macau: Senado Square! Dikelilingi bangunan dan lantainya yang berwarna cerah khas bangunan neo classical, Senado Square yang dekat gedung senat ini jadi pusat para turis yang datang ke Macau. Pusat belanja yang rapi, cantik dan menyenangkan sekali! Oiya, Senado Square termasuk juga UNESCO World Heritage Site, lho. Dari Senado Square ini kamu bisa menjangkau lokasi-lokasi bersejarah lainnya di Macau, seperti Ruin of St. Paul’s, Chapel Of St. Joseph Seminary, St. Lawrence’s Church, St. Augustine Church dan Cartorio Da So. Iya, hal yang menyenangkan kalau kamu ke Macau, kamu bisa sehat juga karena lokasi wisata yang berupa tempat-tempat bersejarah, lokasinya bisa dijangkau dengan jalan kaki, lho! Saya dan mami hampir ke mana-mana jalan kaki selama di Macau. Naik taksi cuma 2 kali: dari dan ke bandara. Modalnya cuma tiga: peta, kaki dan air mineral. Kapan lagi jalan-jalan berbonus sehat. Ihiy! 😀

My favorite spot ever: Senado Square! <3 Fotonya sedikit nyureng karena harus hadap matahari, haha..

My favorite spot ever: Senado Square! ❤ Abaikan mata yang nyureng karena fotonya harus hadap ke matahari. Aww!

Portuguese Egg Tart
Snack khas Macau yang satu ini rasanya uenaaaaak banget! Jalan dari Senado Square menuju lokasi bersejarah lain, saya tergoda oleh aroma harum susu dan telur. Akhirnya saya menemukan Pastelaria Koi Kei yang menjual kue enak nan gurih ini. Rasanya? Jangan ditanya! Bikin melayaaaaang.. 😀 Pasti makan satu, dijamin minta nambah lagi, haha.. Apalagi kalau hangat.. Uuuuuuu, nikmatnya!

Portuguese Egg Tart made in Koi Kei.. Nyaaaam!  Sumber foto: klik di sini

Portuguese Egg Tart made in Koi Kei.. Nyaaaam! Sumber foto: klik di sini

Di dalam area Senado Square. Sebentar-sebentar berhenti buat jajan ;)

Di dalam area Senado Square. Sebentar-sebentar berhenti buat jajan 😉

Bakwa
Bakwa (non halal) ini juga salah satu jajanan yang banyak ditemukan di Senado Square. Sekilas mirip dendeng, ya. Memang makanan yang kayaknya saudara sepupu dendeng di Indonesia ini *ngarang* banyak dijual di Macau. Bedanya, bakwa ini terbuat dari daging babi atau daging sapi dan dimasak ala orang Tiongkok. Rasanya? Manis gurih, gitu. Bisa dicoba terlebih dahulu sebelum beli karena memang disediakan sampelnya oleh si penjual. Snack ini wajib dicoba jika kamu memang bisa memakannya, ya.

Beragam jenis dan harga Bakwa

Beragam jenis dan harga Bakwa. Fotonya minjem di sini

Toilet for Dog
Kalau yang ini saya temukan saat sedang berada di area St. Augustine Church. Ternyata ada toilet khusus untuk hewan peliharaan kita. Lucu ya! 😀

Toilet buat gukguk: penuh pasir #yaiyalahya

Toilet buat gukguk: penuh pasir #yaiyalahya

Bungee Jumping di Macau Tower
Nah, kalau yang ini belum pernah saya lakukan. Agak menyesal, sih.. Mengingat bungee jumping di Macau adalah bungee jumping tertinggi di dunia (233 meter, bo!). Sebenarnya saya sempat melewati Macau Tower saat menuju Macau Outer Harbour Ferry Terminal menuju Hong Kong, namun memutuskan tidak mampir karena mami saya phobia ketinggian 😦 Next time kalau datang lagi ke Macau, saya pasti mencoba bungee jumping tertinggi di dunia itu! (Padahal bayangin angka ketinggiannya aja udah bikin lutut gemeteran, nih)

Siap uji adrenalin di bungee jumping tertinggi di dunia?

Siap uji adrenalin di bungee jumping tertinggi di dunia? Foto dari sini

Intinya, saya akan kembali datang ke Macau suatu hari nanti. Tentunya akan bungee jumping dan akan bawa kamera karena di setiap sudut Macau amatlah cantik! Bangunan-bangunan peninggalan Portugis dan suasananya membuat saya bertekad akan kembali. Kalau kamu, bagaimana kesanmu tentang Macau?

Cantiknya area sekitar Hotel Wynn Macau

Cantiknya area sekitar Hotel Wynn Macau

Blog ini disertakan dalam kompetisi blog “Why Macau?” yang diselenggarakan MGTO Indonesia dan VIVAlog.

Screen Shot 2014-10-15 at 11.27.24 PM

http://ads.viva.co.id/ads/www/delivery/afr.php?what=bannerid:8081&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE

Screen Shot 2014-10-13 at 5.51.57 PM

Screen Shot 2014-10-13 at 5.51.36 PMScreen Shot 2014-10-15 at 10.56.09 PM

 
10 Comments

Posted by on October 15, 2014 in Life Lesson, Lifestyle, Traveling

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Servis Jam Tangan

Suatu siang di kosan, saya teringat jam tangan yang sudah mati karena baterainya sudah soak. Mumpung sedang santai, saya kemudian bergegas menuju jalan Sudirman, Jakarta. Ngapain? Ya memperbaiki jam tangan di service centrenya.

Jam yang ingin saya perbaiki keluaran Fossil. Maka saya menuju Watch Care Centre di Menara Sudirman lantai 8. Berhubung kos saya ngga jauh dari area Senayan, sekitar 15 menit kemudian saya pun tiba di Menara Sudirman. Nitipin kartu tanda pengenal di lobby, lalu saya segera naik ke lantai 8.
IMG_2843.JPG
Hari itu jam menunjukkan pukul 14.05 WIB ketika saya sampai. Wah, ternyata sepi! *Ya iyalah, kalo rame, mah, di pasar 😉 * segera saja saya menuju ke mbak petugas yang duduk di meja. Di belakangnya nampak seorang pria di balik kaca sedang sibuk memegang alat sambil mengutak-atik jam tangan.

“Siang, mbak.. Saya mau ganti batre jam Fossil, mbak,” ujar saya cepat. Kemudian mbak yang kelihatannya judes tapi ternyata ramah ini meminta saya memberikan jam tangan yang ingin diganti baterainya. Ternyata untuk ganti baterai jam, servisnya bisa ditunggu. Jadilah saya menunggu sekitar 20 menit hingga dipanggil. Tempat menunggunya, ya, di situ juga. Ada sofa-sofa dan pajangan jam-jam keluaran Urban Icon. Ya, Watch Care Centre ini khusus servis jam-jam yang dibeli di Urban Icon. Sebenarnya saya juga ingin mengganti kaca jam tangan Fossil yang lain, namun saya lupa membawanya. *faktor U, kayaknya*

Nah, jadi buat kamu yang punya jam tangan merek-merek yang dijual di Urban Icon, kayak Fossil, DKNY, Michael Kors, Marc Jacobs, Armani) bisa nih datang ke Watch Care ini kalo jam kesayangan bermasalah.

Sebelum pulang, saya mendapat pesan dari mbak ramah yang melayani saya bahwa semua servis jam bisa di Urban Icon-nya. Jadi jika saya ingin mengganti kaca jam, saya tinggal taruh jam tersebut di cabang Urban Icon terdekat lalu meninggalkan no telepon yang bisa dihubungi. Nanti jika jam sudah selesai diperbaiki, akan dihubungi pihak Urban Icon kembali. 🙂 Baiklaaah..

Hanya saja untuk penggantian kaca, pihak Watch Care Centre bilang waktunya tidak secepat mengganti baterai jam karena tergantung ketersediaan stok kaca jam kita.

Oiya, untuk penggantian baterai jam tangan Fossil, saya dikenakan biaya Rp. 99.000 dengan masa garansi 6 bulan.

Watch Care Centre
Menara Sudirman lantai 8
(seberang fX Sudirman)
Jl. Jendral Sudirman Kav.60
Jakarta
021-29272744
Jam Buka: 08.30-17.00 WIB

 
14 Comments

Posted by on September 2, 2014 in Information, Lifestyle

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Candu Traveling itu Bernama AirAsia

Hari gini siapa yang ngga suka jalan-jalan? Saya rasa ngga ada, ya. Apalagi jalan-jalan gratis, kan.. Hehehe.. 😀 Oktober lima tahun lalu, saya diajak orang tua liburan ke Macau dan Hong Kong, berbarengan dengan Formula 1 yang diadakan di Macau. Fully sponsored by my parents alias ngga keluar biaya sama sekali. Menyenangkan! 😀 *everybody loves gratisan 😉 * Itulah pertama kalinya saya pergi ke luar negeri. Pulang dari Macau, saya selalu punya keinginan bertualang ke daerah lain diluar tempat tinggal saya di Jakarta.

Pekerjaan saya sebagai seorang jurnalis, sebenarnya memberikan banyak kesempatan saya untuk bepergian ke manapun. Tugas liputan ke berbagai daerah dan wilayah terus saya membuat saya mencintai kegiatan traveling dan bertemu orang-orang dan budaya baru.

Awal November 2009, saya melihat iklan AirAsia Zero Fares Promotion, yaitu promo tiket AirAsia seharga 0 (nol) Rupiah ke destinasi seluruh Asia Tenggara. Periode sale 11-15 November 2009, untuk berangkat Mei-Oktober 2010. *berbinar*

IMG_9218.JPG

Iklan AirAsia Zero Fares Promotion

Modal nekat, saya ajak dua orang teman saya, Vera dan Agung “Panda” ke Thailand. Mau ke mana? Tujuannya Phuket dan Bangkok. Dua destinasi standar jalan-jalan ke Thailand karena belum tahu mau ke mana 😉 Kami bertiga mendapat harga promosi tiket yang murah, hanya sekitar 300 ribu-an untuk tiket pergi-pulang *joget samba*

IMG_9212.JPG

Thailand, here we come!

27-31 Juli 2010, itulah tanggal yang kita sepakati untuk traveling ke Thailand. Hari itu pun tibalah.. Ternyata perjalanan pertama tanpa orang tua tidaklah mulus, kami ketinggalan pesawat ke Phuket karena kebodohan sendiri. 😦 Datang ke bandara Soekarno Hatta, sih, beberapa jam sebelum keberangkatan, tapi kami putuskan untuk makan dan mengambil uang di ATM terlebih dahulu. Eh, keasyikan ngobrol saat makan, ternyata kami malah belum check in dan waktu check in telah selesai 😦 😦 😦

Teman saya mulai panik, ditambah ia dimarahi orang tua dan pacarnya karena ketinggalan pesawat. *sungguh bete yang combo* Penerbangan ke Phuket hanya ada sekali satu hari dan jika kami ingin tetap ke Phuket, kami harus datang lagi esok. Malu dong, masa’ pulang lagi? Lagi pula, kami sudah terlanjur memesan hotel di Phi-Phi Island dan di Bangkok. Hiks.. Kami berembuk dan sepakat tidak akan kembali lagi ke rumah. Life must go on! Kami putuskan membeli tiket AirAsia lagi seharga 1,1 juta ke Kuala Lumpur dan meneruskan ke Phuket melalui jalan darat. Mengapa lagi-lagi beli tiket AirAsia? Ya karena setelah keliling SEMUA loket maskapai, hanya AirAsia lah yang memiliki waktu penerbangan paling memungkinkan dan harganya paling affordable 😀

Akhirnya kami pun sampai ke Phuket dan Bangkok, setelah seru-seruan melewati jalan darat di Kuala Lumpur-Bukti Bintang-Hat Yai. Emang, deh, saya setuju 1000% omongan filusuf Lao Tzu yang bilang, “A good traveler has no fixed plan.” 😀

IMG_9213.JPG

Kami di Bangkok, Thailand, 2010

 

IMG_9210.JPG

Mencoba self check in machine AirAsia di Suvarnabhumi International Airport, Bangkok. Praktis!

IMG_9209.JPG

IMG_9211.JPG

Hasil print out tiket dari self check in machine

 

5 hari menyenangkan dan tak terlupakan di Malaysia dan Thailand itu seakan membekas dalam memori saya selamanya. Perjalanan itu menjadi traveling turning point saya, karena seterusnya saya menjadi kecanduan bepergian! Saya resmi menjadi seorang wanderlust! *tabur convetti*

Traveling tak hanya sekedar jalan-jalan, tetapi lebih kepada perjalanan hidup mengenal diri sendiri. Saat traveling, traveler dibawa pada banyak pilihan-pilihan yang dapat saya refleksikan sebagai beragamnya pilihan dalam hidup kita. Tak hanya kaya pengalaman, namun traveling mengajak peduli dan mengenali diri kita sendiri.

Kembali ke daerah tujuan saya menjelajah, memang.. destinasi tak melulu ke luar negeri, karena justru dalam negeri banyak tempat wisata, budaya dan kuliner yang menarik untuk dikunjungi. Sejak jalan-jalan (dan ketinggalan flight) itu pula, saya jatuh cinta pada AirAsia sebagai maskapai favorit yang memungkinkan saya bepergian ke berbagai destinasi dengan harga yang masuk akal. Iya, untuk seorang yang baru saja mulai bekerja pasca lulus kuliah, saya harus menabung sendiri dan tak ingin membebani orang tua dengan biaya jalan-jalan tentunya. Inilah alasan utama saya selalu menggunakan AirAsia sebagai maskapai inceran utama untuk jalan-jalan *GRIN*

Berikutnya, berturut-turut candu bepergian itu membawa saya ke beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Singapura, Vietnam, Kamboja dan kembali lagi ke Thailand! Hehehe.. Walaupun jalan-jalannya dengan teman yang berbeda, namun semua perjalanan menggunakan maskapai yang sama, AirAsia.

IMG_9214-1.JPG

Pose dulu sebelum canoing seru di Phuket

IMG_9216-0.JPG

Ikut sedih dan merasakan penderitaan korban rezim Pol Pot di Killing Fields, Phnom Penh, Kamboja

IMG_9219-0.JPG

Bergaya bersama M60, di lokasi bekas peperangan Vietnam (Chu Chi Tunnel), Ho Chi Minh City

IMG_9221.JPG

Main air di sekitar James Bond Island, Phuket, Thailand

IMG_9220.JPG

Nyobain makan serangga goreng di Phnom Penh, Kamboja

IMG_9215.JPG

Foto-foto sesaat setelah sampai di Phi-Phi Island, Phuket

Untuk saya, AirAsia memberikan kesempatan untuk semua orang bepergian. Bepergian dengan pesawat tak melulu didominasi orang-orang kelas ekonomi tertentu. Pas dengan taglinenya, “Now everyone can fly”
IMG_9217.JPG

Kini, paspor saya diwarnai aneka cap imigrasi dari berbagai negara, berkat AirAsia :’)

IMG_9222.JPGIMG_6789

AirAsia juga tak henti-hentinya memanjakan pengguna layanannya. Belum genap seminggu, sebuah surel berisi kode booking kembali saya terima untuk keberangkatan Mei tahun depan ke Myanmar. Ahey! *joget* Terima kasih, AirAsia! 😀

IMG_9207.JPG

Isi surel menyenangkan itu

 

IMG_9224.JPG

Well said 😉 Sumber

 

Kalau kamu bagaimana? Cerita dong, cerita traveling ke mana yang paling berkesan untukmu 😉

—————-
Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog 10 Tahun AirAsia Indonesia.

 
4 Comments

Posted by on August 31, 2014 in Information, Life Lesson, Lifestyle, self, Traveling

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pentingnya Pelembab Tubuh

Pentingnya Pelembab Tubuh

Beberapa waktu lalu di akun twitter saya, @InNath, saya pernah menyinggung mengenai kegemaran saya memakai aneka lotion dan body butter. Saya termasuk orang yang menyukai keseragaman aroma. Jadi, nih, misalnya mandi pakai sabun aroma cokelat, maka pelembab tubuh yang saya gunakan juga beraroma cokelat. Begitu juga dengan wewangian alias parfum, wajib aroma cokelat! Hahaha.. 😀 Kenapa begitu? Ya karena saya mau aroma tubuh saya senada semua, supaya nggak nyampur-nyampur. 

Kicauan saya di pertengahan Mei lalu, membahas kegemaran beli body butter :D

Kicauan saya di pertengahan Mei lalu, membahas kegemaran beli body butter 😀

Lalu, kemarin isenglah ngumpulin lotion dan pelembab-pelembab tubuh di kamar. Jadinya segini:

Body Lotion and Body Butter fetish!

Body Lotion and Body Butter fetish!

Tadinya mikir itu udah semua, ternyata masih ada beberapa lotion dan body butter yang nyempil di mobil dan tas-tas. Zzzzz.. *tepok jidat*

Nah, kalau dari tadi saya nulis tentang body lotion dan body butter, sebenarnya apa beda kedua jenis pelembab tubuh itu? Sepanjang memakai dan mengamati, body lotion memiliki tekstur yang light dan dirancang untuk melembabkan semua jenis kulit. Pemakaiannya lebih umum dan mengandung bahan utama minyak dan air. Sedangkan body butter sesuai namanya memakai kata ‘butter’ alias mentega, ya bertekstur lebih tebal dari body lotion dan lebih melembabkan kulit. Biasanya digunakan untuk melembabkan kulit yang kering atau bagian-bagian tubuh tertentu yang cenderung kering. Misalnya di siku tangan, lutut ataupun telapak kaki. Bahan utamanya biasanya terdiri dari shea butter atau minyak dari bahan alami. Oiya, beberapa body butter yang saya beli keluaran The Body Shop sudah dijamin melindungi tubuh selama 24 jam! Jadi ga perlu ngulang oles-oles deh 😉

Perbedaan lebih lanjut mengenai body lotion dan body butter bisa dibaca di sini.

Body Butter (left: Chocolate; right: peach)

Body Butter (kiri: coklat; kanan: peach)

Dari segi kemasan juga berbeda, umumnya body lotion dikemas dalam bentuk botol dengan penutup ataupun dengan pump, ada juga yang dikemas dalam bentuk tube. Sedangkan body butter biasanya dikemas dengan kemasan jar atau kemasan lingkaran yang diputar seperti body butter milik saya di atas. Sebaiknya setelah menggunakan body butter, langsung ditutup menggunakan penutupnya, untuk menghindari kontaminasi dengan udara. “Supaya manfaatnya maksimal dan menghindari perubahan tekstur dan warna,” kata beauty advisor sebuah brand perawatan tubuh, saat saya tanya mengapa kemasan body lotion dan body butter berbeda.

Lalu mengapa saya cenderung banyak membeli body butter daripada body lotion? Jawabannya adalah karena jenis kulit saya cenderung kering, sehingga membutuhkan manfaat body butterBody lotion tentu dapat melembabkan kulit, namun sifatnya ringan, sehingga pemakaian untuk kulit seperti saya harus rajin diulang.  Ditambah, saya beraktivitas lebih banyak di ruangan ber-AC, sehingga jenis pelembab tubuh yang tepat, ya body butter.

Pemakaian body lotion dengan efek shimmer di pergelangan tangan

Pemakaian body lotion dengan efek shimmer di pergelangan tangan

Trus, gimana ya kalau malas merawat tubuh? Nah, ini tuh saya bangettt.. Dulu saya males sekali merawat badan, oles-oles lotion. Lalu punya turning point pas digigit nyamuk, eh, garuk tangan kok berbekas garis putih? Ternyata karena kulit kering nggak pernah dikasih pelembab apa-apa. Nggak mau kan begitu terus? Akhirnya tobat deh.. Mulai nyari pelembab tubuh. 🙂

Kulit bersisik dan terbakar. Tenang, ini bukan karena males oles-oles, tapi habis liburan ;)

Kulit bersisik dan terbakar. Tenang, ini bukan karena males oles-oles, tapi habis liburan 😉

 

 

Kalau kamu, biasanya pakai pelembab tubuh juga, kan? Share dong, biasanya perawatan tubuh apa yang rutin kamu lakukan?

 
3 Comments

Posted by on August 26, 2014 in Beauty, Information, Lifestyle

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Cairan Ajaib Pengubah Keharuman

Juli lalu saya menghadiri undangan peluncuran produk Downy Pelembut dan Pewangi Pakaian Parfum Collection di Jakarta. Nah, di acara tersebut, ada fakta menarik dari hasil survei online di laman cosmopolitan.co.id soal perhatian pria. Apa aja? Yah, sebenarnya ini pasti para perempuan sudah tahu tapi ngga sadar banget kalo ternyata pria-pria itu sebegitunya! 😀

Nonton dulu video ini buat dapat gambaran tentang fakta-fakta para suami 

Yah, emang dasar ye, cowo-cowo tuh bukan mahluk yang perhatian ke detail alias hal-hal kecil, yes. Di video di atas, emang ketauan banget kalo cowo-cowo ngga ngeh kalo pasangannya ganti model rambut atau si pasangan pake baju baru! Duar! Nyebelin , ya?! 😦

Hasil survei yang diadakan di cosmopolitan.co.id ini ngga jauh beda sama video di atas.. Eiya, survei ini diikuti 3078 responden wanita dan 525 responden pria pada 11 Juni 2014 – 25 Juni 2014. Range usia responden antara 17-35 tahun.

a. 8.76% responden wanita yang berpartisipasi pada survei Cosmopolitan mengungkapkan bahwa pasangannya tidak memerhatikan perubahan warna atau potongan rambut mereka, dan 91.24% responden pria membenarkannya.

b. 64.76% responden wanita menyadari kalau pasangan mereka tidak bisa membedakan dress hitam yang mereka miliki, dan hanya 35.24% responden pria mengatakan kalau mereka menyadari pasangan mereka sedang mengenakan dress hitam yang berbeda dari koleksi dress hitamnya.

c. 14.86% responden wanita mengungkapkan bahwa pasangan mereka selalu merasakan perbedaan wangi di saat mereka berganti aroma parfum, dan sekitar 81.14% responden pria menyetujui fakta ini.

d. 90% pria tak sadari perubahan pada diri pasangannya.

Poin D rada menyedihkan, sih, buat kita para perempuan. Perempuan mesti cari cara supaya pasangan mereka notice terhadap perubahan yang kita lakukan. Ya kalo kita cat rambut jadi coklat atau hitam kemerahan, kayaknya pasangan ngga notice ya. Masa mesti ganti warna rambut jadi kayak Storm supaya pasangan ngeh? Hahaha..

Mbak Storm yang rambutnya warna perak

Tante Storm yang rambutnya warna perak

Fotonya diambil dari: http://comics-x-aminer.com/2014/02/18/storm-promo-for-x-men-days-of-future-past/

Nah, untungnya sebulan terakhir ini saya punya pengalaman seru dan menyenangkan soal wewangian. Sesuai poin C, dong. Kita bisa curi perhatian pasangan lewat aroma! Ihiy! Saya nyobain cairan pelembut dan pewangi pakaian Downy yang dibagikan saat selesai acara. Anak kos ini suka ria pulang dari acara itu, selain dapat fakta menarik tentang relationship, dapat goodie bag juga 😀 *semua anak kos senang gratisan*

Downy Innocence, Passion dan Happiness

Downy Innocence, Passion dan Happiness

Eits, ngga semuanya gratisan.. Saya beli Downy Parfum seri Passion (botol merah) karena aromanya Vanilla favorit saya yang sensual dan hangat. 😀

1/2 tutup konsentrat pelembut cucian

1/2 tutup konsentrat pelembut dan pewangi cucian

Berikutnya adalah masa-masa nyobain Downy Parfum. Nyuci baju bukanlah kegiatan favorit saya yang pemalas ini, hahaha.. Entah kenapa, jadi nunggu nyuci  baju dan bilas sejak tahu kalau ada kapsul parfum di dalam tiap botol Downy Parfum yang punya formula pengubah keharuman alias scent switcher. Jadi, wangi awalnya bakalan berubah setiap pakaian diusap ataupun tergesek! Ha! 😀

Butiran parfum di dalam tiap botol Downy Parfum akan pecah dan mengeluarkan wewangian yang berbeda. I found this technology is awesome!

Kebetulan karena saya pencinta aroma Vanilla garis keras, saya coba pakai pakaian yang telah dibilas dengan Downy Parfum seri Passion, saat ke kantor. Setengah hari berlalu tanpa ada peristiwa khusus, bahkan saya lupa kalau saya sedang memakai pakaian yang sudah wangi Downy Parfum. Tiba-tiba seorang teman yang mendatangi meja saya, mengajak meeting dengan mengelus bahu, kemudian bertanya, “Tumben lo ngga pake parfum Vanilla!”

Sontak saya mengalihkan pandangan dari laptop di depan mata. Diam sejenak, lalu tersenyum. “Iya, lagi bosen, nih,” jawab saya ngibul. Hohoho.. Downy Parfum works!! *joget samba*

Downy Innocence 900ml yang wangi bunga dan musk lembut

Downy Innocence kemasan 900ml yang wangi bunga dan musk lembut

Sejak saat itu, saya malah jadi getol mencoba aroma-aroma Downy Parfum yang lain. Iya, sekalian happy kalau aromanya berubah dan ada orang lain yang sadar! Hahaha.. Termasuk pasangan yang jadi penasaran, kan, sama wangi kita. Efek lainnya, saya disangka beli parfum baru dong 😐 Hahaha..

Oiya, harga Downy Parfum ini nggak mahal alias ramah di kantong. Ukuran botol isi 900ml seperti punya saya, saya beli di swalayan sekitar Rp. 30ribu. Kemasan refill-nya malah harganya ‘lebih temenan‘ karena mulai seribu Rupiah 😀

Nah, kalau kamu, bakal ngapain buat bikin pasangan lebih notice sama perubahan yang kamu sudah kamu lakukan?

 
3 Comments

Posted by on August 22, 2014 in Beauty, Fashion, Information

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,