RSS

“Tidak” yang Mahal Harganya

28 Aug
The Priceless “No”

 Tidak.  5 huruf saja tapi tidak semudah itu menyatakan kata “tidak”. Belakangan saya menemukan orang-orang yang sulit sekali menyatakan ‘tidak’ meskipun hati dan pikirannya tidak setuju. Berat amat sih bilang “tidak” untuk ketidaksetujuan?

Saya menemukan fakta menarik bahwa faktor pendidikan dan pola asuh semasa kanak-kanak berpengaruh besar dalam hal ini. Sebagai contoh seorang kawan yang saat ini tengah menghadapi persoalan asmara. Jadian dengan pria pilihan orang tua, menyadari pria ini mengatur hidupnya bak polisi TMC Polda Metrojaya, namun sulit sekali memutuskan hubungan itu.

Orang-orang berjenis ini bisa saya kategorikan sebagai manusia ngga enakan. Pernah punya teman seperti itu kan? Coba cek latarbelakangnya. Apa orang tuanya terbiasa menjejali ia dengan hal-hal yang tak boleh ia tentang semasa kecil? Apa ia tidak terbiasa memutuskan sesuatu hal karena biasa mengikuti kehendak orang lain?

Hey, c’mon! You are the owner of your own happiness!

Go follow what you like to do, say what you love to say..

Ga salah kok untuk berbeda pendapat. Dan ga salah juga punya pendapat. Sebaiknya sih emang punya pendapat, kan uda dibekali pikiran dan hati nurani sama si Empunya hidup. Yuk ah berani ngomong “tidak” 🙂

Cimanggis, tepat 24.00 di 29 Agustus 2011..

 

 
4 Comments

Posted by on August 28, 2011 in Life Lesson

 

Tags: ,

4 responses to ““Tidak” yang Mahal Harganya

  1. iantrucker

    August 30, 2011 at 3:43 am

    mmm….apa iya yaa???………(berpikir)

     
  2. Ibrahim Lathini

    September 5, 2011 at 1:39 am

    saya menemukan di Komite Sekolah , ada orang tua yang tidak sanggup berkata tidak untuk smbngan ini itu yang diusulkan, karena mereka malu untuk dianggap tidak mampu ..atau merasa nggak enakan sama wali murid yang lainnya..

     
  3. Fahmi

    October 5, 2012 at 3:34 pm

    Saya mau bilang terima kasih sm mba karena article ini bear menginspirasi saya, Mungkin ini yang saya alamin selamanya ini.

     
  4. kun

    May 22, 2013 at 7:54 am

    karena saya belajar psikologi, jadi saya tahu bahwa pola asuh dan pendidikan dr rumah termasuk budaya sangat berpengaruh dalam keberanian seseorang untuk berkata tidak terhadap hal yang bertentangan dengan dirinya.. tidak hanya dalam teori, dalam kehidupan sehari-hari pun banyak saya temui, terutama orang Jawa.. bahkan orang Jawa pun punya istilah untuk menggambarkan rasa “ga enakan” ini, yaitu “pakewuh”..

    yang merasa sering seperti itu tidak perlu khawatir akan susah menghilangkannya, hanya perlu dilatih aja 🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: