RSS

Berdamai dengan Keadaan Tak Menyenangkan

16 Feb

Semua orang saya rasa pernah berada di situasi sulit. Situasi tak nyaman yang ingin segera ditinggalkan. Kadang malah diingat kembali pun enggan.

Bagaimana jika keadaan yang saya maksudkan ini sama sekali tak kita pahami dan tentu saja bukan kemauan diri? Perjumpaan dengan kematian, misalnya.

Baru-baru ini, seorang sahabat dekat kehilangan figur ayah. Ayah yang selama ini menjadi teman berbincang, bertukar pikiran dan menjadi tempat curahan hati. Ayah yang melindungi dan begitu setia terhadap keluarga.

Keadaan menjadi tak mudah memang. Kematian tiba disaat keluarganya tak terlalu lama kehilangan sosok kakak tertua. Kemudian perkara menggugat Tuhan pun terlintas.

“Mengapa saya, Tuhan?”

“Mengapa ini terjadi, Tuhan?”

“Mengapa Kau begitu tega padaku, Tuhan?”

dan ribuan kata tanya lainnya berisikan gugatan kepada Pencipta.

Dalam hidup, banyak perkara yang tak dapat dimengerti dan dijelaskan oleh akal pemikiran manusia. Sungguh. Seperti mengapa seorang ibu tega membunuh anak balitanya, seorang ayah yang mencabuli anak kandungnya, seorang anak yang dibuang keluarganya, atau bahkan mengapa bayi lucu harus lahir cacat..

Saya memahami ada hal-hal yang disebut iman dan berserah. Iman yang meyakini ada makna dibalik semua yang terjadi. Berserah berarti menerima dengan lapang dada semua rencanaNya.

Eitss, tapi itu teorinya saja. Implementasinya? Sungguh sulit! Orang tua mana yang terima anaknya yang baru lahir cacat? atau siapa yang mau dibuang keluarga? dan banyak peristiwa pedih lainnya jika kita dapat menggugat

image

God's timing is always perfect

keputusan Sang Empunya.

Pada akhirnya saya sampai pada pemikiran, penerimaan terhadap peristiwa menjadi sesuatu yang penting. Bagaimana seseorang menerima keadaan dan ‘berdamai’ dengan keadaan sulit tersebut. Bagaimana ia kemudian dapat mengubah keadaan sulit dan penderitaan menjadi berkat dan pertanda terbaik dari Tuhan bagi dirinya.

Hey, selamat! Kualitas diri anda meningkat.

Teruntuk sahabatku, Apriani Yusuf. I love you.

Even the darkest night will end and the sun will rise.

Victor Hugo, Les Miserables

 
7 Comments

Posted by on February 16, 2013 in Life Lesson

 

Tags: , ,

7 responses to “Berdamai dengan Keadaan Tak Menyenangkan

  1. Dian

    February 19, 2013 at 4:19 am

    satu titipan pesan buat innath (engk ada hubungannya sih dgn postingan di atas) : sayang banget bila keselamatan yg sdh digenggam di tangan, dilepas kembali hanya karena persoalan pasangan hidup. Semoga saya salah… Sukses selalu utk innath 🙂

     
    • innenathalia

      February 19, 2013 at 4:21 am

      Hehe.. Iya mbak/mas Dian yth, salah sepertinya.. Karena saya ngga membahas pasangan hidup di tulisan ini. Makasih sudah menyempatkan membaca. Salam 🙂

       
    • innenathalia

      February 19, 2013 at 6:51 am

      Hehehe.. Iya ga ada banget hubungannya ya kayaknya.. Ini saya tulis untuk sahabat saya, kalo memang anda benar2 membacanya. Mungkin anda bisa cek tulisan saya yang lain dan komen dipostingan itu aja biar tepat, hehehe.. Makasi yaa..

       
  2. mpig

    February 19, 2013 at 11:35 am

    Setuju sama sebagian tulisan kakak.

    Tapi petikan kalimat “God’s timing is always perfect”, buat saya malah terdengar lebay. Kalimat itu cara “ngeles” manusia supaya Tuhan tetap dan selalu sempurna. Ketika doa masih belum dikabulkan Tuhan (atau malah dikasih musibah), langsung keluar jurus god’s timing is always perfect. Mungkin manusia sendiri yang membuat Tuhan maha sempurna (dengan berbagai argumen pembenaran). *lagi galau harap maklum 😛

    Eniwai, pasang gravatar dong kak Inne. Biar tiap komen, muncul avatarnya. 😀

     
    • innenathalia

      February 22, 2013 at 9:57 am

      Hai hai mas jawa.. Iya ya lebay? Buat saya kalimat “God’s timing is always perfect” itu lebih ke pasrah, sih.. Karena pada akhirnya kembali lagi ke pemikiran kalo apa yang menjadi rencanaNya itu pasti yang terbaik untuk manusia.. Gitu..

      Anyway, saya ngga ngerti cara pasang gravatarnya, hihi. Ajarin dooong..

       
  3. apriani yusuf

    February 24, 2013 at 3:24 am

    dear sahabat …
    sahabat sesungguhnya yang ada saat suka dan duka
    trimakasih selalu di ingatkan “God’s timing is always perfect”
    love you too :*

     
    • innenathalia

      February 24, 2013 at 7:50 am

      Loveeee! :*

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: