RSS

Category Archives: Life Lesson

Macau, Negeri Impian

“Ne, sepanjang lo keliling tempat wisata, mana, sih, tempat favorit lo?”

“Macau, lah. Gue selalu pengen balik ke situ.”

Baru-baru ini saya tak sengaja ‘terdampar’ menonton sebuah video di Youtube. Judulnya membuat saya ingin lekas menekan tanda play: Macau Trip Sightseeing Tour. Arggggh, kangen Macau sangat! 😦

Menonton video ini membawa kenangan manis saat saya pelesir ke City of Dreams itu. Wisata keliling Macau saya jalani 5 tahun lalu. Saya tahu, saya langsung jatuh cinta pada Macau di pandangan pertama. Daerah administrasi khusus Republik Rakyat Tiongkok ini memang membekas di hati. Selain kali itu adalah kali pertama saya bepergian ke luar negeri, suasana Macau yang tenang namun hangat selalu membuat saya ingin kembali lagi.

Semua bermula saat tahun 2009, ibunda tercinta yang biasa saya sapa dengan panggilan “Mami” mengajak saya wisata ke Macau dan Hong Kong, dua daerah administrasi khusus milik Republik Rakyat Tiongkok. Siapa mampu menolak ajakan seru ini? πŸ˜‰ Maka pada Oktober 2009, saya dan mami berangkat ke Macau.

Tanda mata dari Macau, hihihi

Tanda mata dari Macau, hihihi

Saat sampai Macau, saya baru menyadari kalau Macau sedang bersolek menjelang helatan 56th Grand Prix Formula 3 yang akan berlangsung November 2009, sebulan setelah tanggal saya melancong. Keluar Macau International Airport, kami segera menuju antrean taksi. Agak kaget, karena di jalanan yang penuh atribut persiapan GP F3 itu, si bapak pengemudi taksi menyetir layaknya pebalap mobil F3 yang akan tanding di situ. Kuenceeeeeng! Hihihi.. πŸ˜€ Yang unik, semua taksi di Macau tidak bisa dibuka dari dalam jika tidak ‘diizinkan’ oleh pengemudinya. Alias kalau mau turun, ya mesti dipencet tombol dari pengemudi untuk membuka pintunya.

Foto-foto tak jauh dari tempat tinggal saya di Macau saat itu, Guia Hotel

Gaya tak jauh dari tempat tinggal saya di Macau saat itu, Guia Hotel

Selama di Macau, saya mencatat beberapa tempat dan kuliner menarik, diantaranya:

Vasco da Gama Park
Walaupun Laksamana laut kebangsaan Portugis Vasco da Gama belum pernah berkunjung ke Macau, tapi namanya diabadikan menjadi salah satu taman. Saya tak sengaja melewati taman kecil ini, namun menyempatkan beristirahat dan foto-foto tentunya. Dikelilingi pohon-pohon yang membuat tamannya terasa asri, Vasco da Gama juga dilengkapi fasilitas olah raga untuk umum. Saya juga melihat banyak orang tua duduk di taman sambil berolah raga pernafasan. Ah, saya rindu taman ini!

Penanda jalan atau nama tempat di Macau selalu dengan dua bahasa resminya: Portugis dan Kanton. Sumber foto: klik di sini

Salah satu fasilitas olah raga yang sempat saya coba di taman Vasco da Gama

Fasilitas olah raga di taman Vasco da Gama

Ruin of St. Paul’s
Inilah bangunan yang paling wajib didatangi kalau kamu ke Macau, Ruin of St. Paul’s. Sekilas mirip bentuk gereja-gereja Katedral, ya. Memang, dulunya berfungsi sebagai gereja, yaitu Mater Dei Church (1602-1640), namun sempat terbakar, dibangun kembali dan akhirnya menjadi museum dan sejak 2005 menjadi UNESCO World Heritage Site. Sekarang cuma ada bagian depannya saja, seperti bagian pintunya, namun tanpa bagian isi dan belakang. Di belakangnya ada museum dan semua tanpa dikenai biaya bagi pengunjung.

Landmark paling terkenal dari Macau, Ruin of St. Paul's

Landmark paling terkenal dari Macau, Ruin of St. Paul’s. Sumber foto klik di sini.

Saat di Ruin of St. Paul’s saya sempatkan naik dan berfoto dari bagian ‘jendela’ di lantai 2-nya. Namun yang terjadi, saya nampak seperti semut, hahaha.. Kecil banget. Maklum deh, bangunannya tinggi sekali, sekitar 26 meter!

Coba tebak saya yang mana? πŸ˜‰

Betah banget di area Ruin of St. Paul's! Saya main-main hingga matahari sudah tenggelam

Betah banget di area Ruin of St. Paul’s! Saya main-main hingga matahari sudah tenggelam

Senado Square

Ini dia tempat favorit saya di Macau: Senado Square! Dikelilingi bangunan dan lantainya yang berwarna cerah khas bangunan neo classical, Senado Square yang dekat gedung senat ini jadi pusat para turis yang datang ke Macau. Pusat belanja yang rapi, cantik dan menyenangkan sekali! Oiya, Senado Square termasuk juga UNESCO World Heritage Site, lho. Dari Senado Square ini kamu bisa menjangkau lokasi-lokasi bersejarah lainnya di Macau, seperti Ruin of St. Paul’s, Chapel Of St. Joseph Seminary, St. Lawrence’s Church, St. Augustine Church dan Cartorio Da So. Iya, hal yang menyenangkan kalau kamu ke Macau, kamu bisa sehat juga karena lokasi wisata yang berupa tempat-tempat bersejarah, lokasinya bisa dijangkau dengan jalan kaki, lho! Saya dan mami hampir ke mana-mana jalan kaki selama di Macau. Naik taksi cuma 2 kali: dari dan ke bandara. Modalnya cuma tiga: peta, kaki dan air mineral. Kapan lagi jalan-jalan berbonus sehat. Ihiy! πŸ˜€

My favorite spot ever: Senado Square! <3 Fotonya sedikit nyureng karena harus hadap matahari, haha..

My favorite spot ever: Senado Square! ❀ Abaikan mata yang nyureng karena fotonya harus hadap ke matahari. Aww!

Portuguese Egg Tart
Snack khas Macau yang satu ini rasanya uenaaaaak banget! Jalan dari Senado Square menuju lokasi bersejarah lain, saya tergoda oleh aroma harum susu dan telur. Akhirnya saya menemukan Pastelaria Koi Kei yang menjual kue enak nan gurih ini. Rasanya? Jangan ditanya! Bikin melayaaaaang.. πŸ˜€ Pasti makan satu, dijamin minta nambah lagi, haha.. Apalagi kalau hangat.. Uuuuuuu, nikmatnya!

Portuguese Egg Tart made in Koi Kei.. Nyaaaam!  Sumber foto: klik di sini

Portuguese Egg Tart made in Koi Kei.. Nyaaaam! Sumber foto: klik di sini

Di dalam area Senado Square. Sebentar-sebentar berhenti buat jajan ;)

Di dalam area Senado Square. Sebentar-sebentar berhenti buat jajan πŸ˜‰

Bakwa
Bakwa (non halal) ini juga salah satu jajanan yang banyak ditemukan di Senado Square. Sekilas mirip dendeng, ya. Memang makanan yang kayaknya saudara sepupu dendeng di Indonesia ini *ngarang* banyak dijual di Macau. Bedanya, bakwa ini terbuat dari daging babi atau daging sapi dan dimasak ala orang Tiongkok. Rasanya? Manis gurih, gitu. Bisa dicoba terlebih dahulu sebelum beli karena memang disediakan sampelnya oleh si penjual. Snack ini wajib dicoba jika kamu memang bisa memakannya, ya.

Beragam jenis dan harga Bakwa

Beragam jenis dan harga Bakwa. Fotonya minjem di sini

Toilet for Dog
Kalau yang ini saya temukan saat sedang berada di area St. Augustine Church. Ternyata ada toilet khusus untuk hewan peliharaan kita. Lucu ya! πŸ˜€

Toilet buat gukguk: penuh pasir #yaiyalahya

Toilet buat gukguk: penuh pasir #yaiyalahya

Bungee Jumping di Macau Tower
Nah, kalau yang ini belum pernah saya lakukan. Agak menyesal, sih.. Mengingat bungee jumping di Macau adalah bungee jumping tertinggi di dunia (233 meter, bo!). Sebenarnya saya sempat melewati Macau Tower saat menuju Macau Outer Harbour Ferry Terminal menuju Hong Kong, namun memutuskan tidak mampir karena mami saya phobia ketinggian 😦 Next time kalau datang lagi ke Macau, saya pasti mencoba bungee jumping tertinggi di dunia itu! (Padahal bayangin angka ketinggiannya aja udah bikin lutut gemeteran, nih)

Siap uji adrenalin di bungee jumping tertinggi di dunia?

Siap uji adrenalin di bungee jumping tertinggi di dunia? Foto dari sini

Intinya, saya akan kembali datang ke Macau suatu hari nanti. Tentunya akan bungee jumping dan akan bawa kamera karena di setiap sudut Macau amatlah cantik! Bangunan-bangunan peninggalan Portugis dan suasananya membuat saya bertekad akan kembali. Kalau kamu, bagaimana kesanmu tentang Macau?

Cantiknya area sekitar Hotel Wynn Macau

Cantiknya area sekitar Hotel Wynn Macau

Blog ini disertakan dalam kompetisi blog “Why Macau?” yang diselenggarakan MGTO Indonesia dan VIVAlog.

Screen Shot 2014-10-15 at 11.27.24 PM

http://ads.viva.co.id/ads/www/delivery/afr.php?what=bannerid:8081&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE

Screen Shot 2014-10-13 at 5.51.57 PM

Screen Shot 2014-10-13 at 5.51.36 PMScreen Shot 2014-10-15 at 10.56.09 PM

 
10 Comments

Posted by on October 15, 2014 in Life Lesson, Lifestyle, Traveling

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Candu Traveling itu Bernama AirAsia

Hari gini siapa yang ngga suka jalan-jalan? Saya rasa ngga ada, ya. Apalagi jalan-jalan gratis, kan.. Hehehe.. πŸ˜€ Oktober lima tahun lalu, saya diajak orang tua liburan ke Macau dan Hong Kong, berbarengan dengan Formula 1 yang diadakan di Macau. Fully sponsored by my parents alias ngga keluar biaya sama sekali. Menyenangkan! πŸ˜€ *everybody loves gratisan πŸ˜‰ * Itulah pertama kalinya saya pergi ke luar negeri. Pulang dari Macau, saya selalu punya keinginan bertualang ke daerah lain diluar tempat tinggal saya di Jakarta.

Pekerjaan saya sebagai seorang jurnalis, sebenarnya memberikan banyak kesempatan saya untuk bepergian ke manapun. Tugas liputan ke berbagai daerah dan wilayah terus saya membuat saya mencintai kegiatan traveling dan bertemu orang-orang dan budaya baru.

Awal November 2009, saya melihat iklan AirAsia Zero Fares Promotion, yaitu promo tiket AirAsia seharga 0 (nol) Rupiah ke destinasi seluruh Asia Tenggara. Periode sale 11-15 November 2009, untuk berangkat Mei-Oktober 2010. *berbinar*

IMG_9218.JPG

Iklan AirAsia Zero Fares Promotion

Modal nekat, saya ajak dua orang teman saya, Vera dan Agung “Panda” ke Thailand. Mau ke mana? Tujuannya Phuket dan Bangkok. Dua destinasi standar jalan-jalan ke Thailand karena belum tahu mau ke mana πŸ˜‰ Kami bertiga mendapat harga promosi tiket yang murah, hanya sekitar 300 ribu-an untuk tiket pergi-pulang *joget samba*

IMG_9212.JPG

Thailand, here we come!

27-31 Juli 2010, itulah tanggal yang kita sepakati untuk traveling ke Thailand. Hari itu pun tibalah.. Ternyata perjalanan pertama tanpa orang tua tidaklah mulus, kami ketinggalan pesawat ke Phuket karena kebodohan sendiri. 😦 Datang ke bandara Soekarno Hatta, sih, beberapa jam sebelum keberangkatan, tapi kami putuskan untuk makan dan mengambil uang di ATM terlebih dahulu. Eh, keasyikan ngobrol saat makan, ternyata kami malah belum check in dan waktu check in telah selesai 😦 😦 😦

Teman saya mulai panik, ditambah ia dimarahi orang tua dan pacarnya karena ketinggalan pesawat. *sungguh bete yang combo* Penerbangan ke Phuket hanya ada sekali satu hari dan jika kami ingin tetap ke Phuket, kami harus datang lagi esok. Malu dong, masa’ pulang lagi? Lagi pula, kami sudah terlanjur memesan hotel di Phi-Phi Island dan di Bangkok. Hiks.. Kami berembuk dan sepakat tidak akan kembali lagi ke rumah. Life must go on! Kami putuskan membeli tiket AirAsia lagi seharga 1,1 juta ke Kuala Lumpur dan meneruskan ke Phuket melalui jalan darat. Mengapa lagi-lagi beli tiket AirAsia? Ya karena setelah keliling SEMUA loket maskapai, hanya AirAsia lah yang memiliki waktu penerbangan paling memungkinkan dan harganya paling affordable πŸ˜€

Akhirnya kami pun sampai ke Phuket dan Bangkok, setelah seru-seruan melewati jalan darat di Kuala Lumpur-Bukti Bintang-Hat Yai. Emang, deh, saya setuju 1000%Β omongan filusuf Lao Tzu yang bilang, “A good traveler has no fixed plan.” πŸ˜€

IMG_9213.JPG

Kami di Bangkok, Thailand, 2010

 

IMG_9210.JPG

Mencoba self check in machine AirAsia di Suvarnabhumi International Airport, Bangkok. Praktis!

IMG_9209.JPG

IMG_9211.JPG

Hasil print out tiket dari self check in machine

 

5 hari menyenangkan dan tak terlupakan di Malaysia dan Thailand itu seakan membekas dalam memori saya selamanya. Perjalanan itu menjadi traveling turning point saya, karena seterusnya saya menjadi kecanduan bepergian! Saya resmi menjadi seorang wanderlust! *tabur convetti*

Traveling tak hanya sekedar jalan-jalan, tetapi lebih kepada perjalanan hidup mengenal diri sendiri. Saat traveling, traveler dibawa pada banyak pilihan-pilihan yang dapat saya refleksikan sebagai beragamnya pilihan dalam hidup kita. Tak hanya kaya pengalaman, namun travelingΒ mengajak peduli dan mengenali diri kita sendiri.

Kembali ke daerah tujuan saya menjelajah, memang.. destinasi tak melulu ke luar negeri, karena justru dalam negeri banyak tempat wisata, budaya dan kuliner yang menarik untuk dikunjungi. Sejak jalan-jalan (dan ketinggalan flight) itu pula, saya jatuh cinta pada AirAsia sebagai maskapai favorit yang memungkinkan saya bepergian ke berbagai destinasi dengan harga yang masuk akal. Iya, untuk seorang yang baru saja mulai bekerja pasca lulus kuliah, saya harus menabung sendiri dan tak ingin membebani orang tua dengan biaya jalan-jalan tentunya. Inilah alasan utama saya selalu menggunakan AirAsia sebagai maskapai inceran utama untuk jalan-jalan *GRIN*

Berikutnya, berturut-turut candu bepergian itu membawa saya ke beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Singapura, Vietnam, Kamboja dan kembali lagi ke Thailand! Hehehe.. Walaupun jalan-jalannya dengan teman yang berbeda, namun semua perjalanan menggunakan maskapai yang sama, AirAsia.

IMG_9214-1.JPG

Pose dulu sebelum canoing seru di Phuket

IMG_9216-0.JPG

Ikut sedih dan merasakan penderitaan korban rezim Pol Pot di Killing Fields, Phnom Penh, Kamboja

IMG_9219-0.JPG

Bergaya bersama M60, di lokasi bekas peperangan Vietnam (Chu Chi Tunnel), Ho Chi Minh City

IMG_9221.JPG

Main air di sekitar James Bond Island, Phuket, Thailand

IMG_9220.JPG

Nyobain makan serangga goreng di Phnom Penh, Kamboja

IMG_9215.JPG

Foto-foto sesaat setelah sampai di Phi-Phi Island, Phuket

Untuk saya, AirAsia memberikan kesempatan untuk semua orang bepergian. Bepergian dengan pesawat tak melulu didominasi orang-orang kelas ekonomi tertentu. Pas dengan taglinenya, β€œNow everyone can fly”
IMG_9217.JPG

Kini, paspor saya diwarnai aneka cap imigrasi dari berbagai negara, berkat AirAsia :’)

IMG_9222.JPGIMG_6789

AirAsia juga tak henti-hentinya memanjakan pengguna layanannya. Belum genap seminggu, sebuah surel berisi kode booking kembali saya terima untuk keberangkatan Mei tahun depan ke Myanmar. Ahey! *joget* Terima kasih, AirAsia! πŸ˜€

IMG_9207.JPG

Isi surel menyenangkan itu

Β 

IMG_9224.JPG

Well said πŸ˜‰ Sumber

 

Kalau kamu bagaimana? Cerita dong, cerita traveling ke mana yang paling berkesan untukmu πŸ˜‰

—————-
Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog 10 Tahun AirAsia Indonesia.

 
4 Comments

Posted by on August 31, 2014 in Information, Life Lesson, Lifestyle, self, Traveling

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Video

Tentang Bersyukur

Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Sepertinya perumpamaan tersebut pas bila menonton video ini.

Sudahkah kamu bersyukur hari ini? πŸ™‚

 
5 Comments

Posted by on July 30, 2014 in Life Lesson, love, self

 

Tags: , , , , ,

Hari Ini, Tiga Tahun Lalu…

Hari ini, 1 Maret 2014, tepat 3 tahun saya berkarya dan jadi keluarga besar Kompas Gramedia di grup TV. Bagi saya, ini bukan sekedar pekerjaan, tetapi juga penggenapan cita-cita masa kecil.

Jadi wartawan itu sudah cita-cita saya sejak jaman tuker-tukeran dan nulis diary temen waktu SD. (Anak 90an pasti ngalamin, nih :p)
Di dalam diary-diary itu selalu tertulis
Cita-cita saya: tukang ngerjain orang, wartawan dan detektif.

Kalo dibaca masa sekarang: aposeee cita2, kok, begitu πŸ˜‚πŸ˜‚

Tapi kalo ditanya temen atau orang gede (orang dewasa maksudnya!) di masa itu, “Emang mau jadi wartawan apa?”
Jawabannya (yg ga nyambung dari Inne Nathalia kecil) adalah wartawan Kompas! Hahaha.. πŸ˜„

Kenapa bisa? Jadi ceritanya saya sejak kecil menggemari tokoh Tintin. Itu loh, cowok jambulan ciptaan HergΓ¨ yang hobbynya kepo. Hihi.. Nah si Tintin ini rupanya mengilhami saya untuk menjadi seperti dia. Kebetulan juga, saya bertetangga dengan dua orang wartawan, oom (alm) Bernadus Sendouw yang bekerja di Suara Pembaruan dan oom Pieter Gero yang bekerja di Harian Kompas hingga kini. Dari dua orang hebat inilah, saya kecil bertekad menjadi wartawan. πŸ™‚

Kapan-kapan saya cerita lagi ya mengenai perjalanan menuju cita-cita ini. πŸ™‚

Banyak pengalaman seru, nyebelin dan tak terlupakan yang saya alami di KompasTV. Yang pasti, semua yang saya alami, baik atau buruk, senang atau nyebelin, saya syukuri dalam tiga tahun ini. Mulai dari awal-awal berdirinya televisi hingga sekarang di usia KompasTV menjelang 3 tahun.

Terima kasih untuk semua itu, dearest KompasTV dan keluarga besar Palmerah Selatan. Much love!! πŸ’–

20140301-215253.jpg

20140301-215345.jpg

20140301-215427.jpg

20140301-215642.jpg

20140301-215735.jpg

20140301-215816.jpg

20140301-215847.jpg

20140301-215935.jpg

20140301-220302.jpg

20140301-220541.jpg

20140301-220754.jpg

20140301-220903.jpg

20140301-221110.jpg

20140301-221222.jpg

20140302-041014.jpg

 
10 Comments

Posted by on March 1, 2014 in Journalism, Life Lesson, love, self

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

How To Have A Lovely Day

How To Have A Lovely Day

Just repost from a blog.

How to have a lovely day:
* Smile at strangers
* Slow down
* Say “thank you”
* Give lots of compliments
* Dress nicely
* Wear parfume
* Observe and listen
* Be charming
* Laugh
* Wish people a lovely day

Have a lovely day, people! ❀

Source:
htttp://cubiclerefugee.tumblr.com/post/41147579913

 
Leave a comment

Posted by on February 28, 2013 in Life Lesson

 

Tags: , ,

Berdamai dengan Keadaan Tak Menyenangkan

Semua orang saya rasa pernah berada di situasi sulit. Situasi tak nyaman yang ingin segera ditinggalkan. Kadang malah diingat kembali pun enggan.

Bagaimana jika keadaan yang saya maksudkan ini sama sekali tak kita pahami dan tentu saja bukan kemauan diri? Perjumpaan dengan kematian, misalnya.

Baru-baru ini, seorang sahabat dekat kehilangan figur ayah. Ayah yang selama ini menjadi teman berbincang, bertukar pikiran dan menjadi tempat curahan hati. Ayah yang melindungi dan begitu setia terhadap keluarga.

Keadaan menjadi tak mudah memang. Kematian tiba disaat keluarganya tak terlalu lama kehilangan sosok kakak tertua. Kemudian perkara menggugat Tuhan pun terlintas.

“Mengapa saya, Tuhan?”

“Mengapa ini terjadi, Tuhan?”

“Mengapa Kau begitu tega padaku, Tuhan?”

dan ribuan kata tanya lainnya berisikan gugatan kepada Pencipta.

Dalam hidup, banyak perkara yang tak dapat dimengerti dan dijelaskan oleh akal pemikiran manusia. Sungguh. Seperti mengapa seorang ibu tega membunuh anak balitanya, seorang ayah yang mencabuli anak kandungnya, seorang anak yang dibuang keluarganya, atau bahkan mengapa bayi lucu harus lahir cacat..

Saya memahami ada hal-hal yang disebut iman dan berserah. Iman yang meyakini ada makna dibalik semua yang terjadi. Berserah berarti menerima dengan lapang dada semua rencanaNya.

Eitss, tapi itu teorinya saja. Implementasinya? Sungguh sulit! Orang tua mana yang terima anaknya yang baru lahir cacat? atau siapa yang mau dibuang keluarga? dan banyak peristiwa pedih lainnya jika kita dapat menggugat

image

God's timing is always perfect

keputusan Sang Empunya.

Pada akhirnya saya sampai pada pemikiran, penerimaan terhadap peristiwa menjadi sesuatu yang penting. Bagaimana seseorang menerima keadaan dan ‘berdamai’ dengan keadaan sulit tersebut. Bagaimana ia kemudian dapat mengubah keadaan sulit dan penderitaan menjadi berkat dan pertanda terbaik dari Tuhan bagi dirinya.

Hey, selamat! Kualitas diri anda meningkat.

Teruntuk sahabatku, Apriani Yusuf. I love you.

Even the darkest night will end and the sun will rise.

Victor Hugo, Les Miserables

 
7 Comments

Posted by on February 16, 2013 in Life Lesson

 

Tags: , ,

10 Ways To Love

* LISTEN without interrupting. (Proverbs 18)
* SPEAK without accusing. (James 1:19)
* GIVE without sparing. (Proverbs 21:26)
* PRAY without ceasing. (Colossians 1:9)
* ANSWER without arguing. (Proverbs 17:1)
* SHARE without pretending. (Ephesians 4:15)
* ENJOY without complaint. (Philippians 2:14)
* TRUST without wavering. (Corinthians 13:7)
* FORGIVE without punishing. (Colossians 3:13)
* PROMISE without forgetting. (Proverbs 13:12)

Happy New Year! Happy New You!
God bless! πŸ™‚

 
2 Comments

Posted by on January 8, 2013 in Life Lesson, Quote

 

Tags: , ,