RSS

Category Archives: Review

Kenalan baru: Keluarga Blade

Akhir November lalu, saya diundang ke acara peluncuran smartphone terbarunya ZTE di sebuah cafe di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Meski sedang les intensif di Kuningan, saya bela-belain datang, dong. Hehehe, penasaran kayak apa smartphone kece keluaran produsen handset asal Shenzhen, China ini. Masih inget dong, saya pernah memakai salah satu koleksi ZTE yang sampai sekarang tetap jadi favorit: Nubia. Baca tulisan saya di sini. Makanya kondisi jalanan yang saat itu hujan nggak menghalangi niat saya buat jadi orang-orang yang pertama update koleksi barunya ZTE 😀

ZTE Corporation memperkenalkan Blade Series

ZTE Corporation memperkenalkan Blade Series

Fritz Wang dari ZTE memperkenalkan 3 keluarga barunya ZTE, yaitu Blade Series: Blade Vec Pro, Blade G Lux dan Blade G. *applause* Terus terang saya kaget juga, kenapa ZTE langsung keluarin 3 macam smartphone, ya? Ternyata ZTE mencoba memahami keinginan kita sebagai konsumen yang tentu saja berbeda antara satu dengan yang lainnya. *Awww, so sweet* Jadi si keluarga Blade masing-masing punya keunggulan sendiri-sendiri di tiap tipenya. Ada yang unggul di teknologi, ada di desain yang simpel dan nggak ribet serta tak lupa pertimbangan harganya. Salah satu hal yang paling saya ingat dari produk-produk ZTE adalah harganya terjangkau dengan fitur handphone yang maksimal di kelasnya. Ya wajar, sih, soalnya ZTE menjalankan bisnis telekomunikasi sudah lebih dari 16 tahun di dunia dan sudah bekerja sama dengan hampir 250 operator dunia, jadi nggak perlu diragukan lagi, lah, kualitas produknya.

Suasana peluncuran ZTE Blade

Suasana peluncuran ZTE Blade

Nah, apa aja yang jadi keunggulan tiap seri Blade yang diperkenalkan? Saya ajak untuk kenalan per produk, ya.

ZTE Blade G

Handset dengan Android Kitkat termurah: ZTE Blade G

Handset dengan Android Kitkat termurah: ZTE Blade G

Ponsel ini menawarkan sistem operasional yang gampang, desain fashionable (penting!), tipis dan enak di genggaman tangan. Seri ini merupakan smartphone Android Kitkat termurah, lho! Walaupun paling murah, namun fitur ngga murahan, karena dilengkapi layar anti gores, 1.2GHz dual core, self timer, face detection dan smile shot, pas lah buat yang doyan selfie! 😀

Harga: Rp. 699.000

Berikut informasi mengenai spesifikasi ZTE Blade G yang saya comot dari lamannya ZTE:

Basic Information

Dimensions 133mm x 67mm x 9.8mm
Weight 120g
Battery capacity 2000 mAh, Li-ion
Screen Size 4.5 inch
Camera 5 MPx, AF/Flash, 0.3 MPx Front
Display 4.5” FWVGA (854 x 480) 16M TFT, IPS

System Information

Network UMTS
Band Edge: 900/1800/1900, HSPA: 900/2100 7.2Mbps DL, 5.76 UL
OS Android 4.1
CPU dual-core
Memory 4GB ROM, 512 MB RAM, Micro SD up to 32GB

Advanced Features

Audio AMR-NB, AAC, AAC+
Video H.263, H.264, MPEG4 30fps – recording 15 fps
Wi-fi 802.11 b/g/n
Others Support GPS, BT, Fota, FM

ZTE Blade G Lux

Desain ponsel ini ringkas dan simpel, cocok buat kamu si anak muda pencinta kepraktisan! Dilengkapi layar anti gores sebesar 4,5 inch dan mobile operating system Android 4.4 (Kitkat). Kameranya juga cukup kece, 5 MP di kamera belakang dan 2 MP demi keeksisan foto selfie kamu! 🙂

Suka banget warna putih mutiaranya dipadu blue ring di tombol utama dan kamera belakangnya!

Suka banget warna putih mutiara yang cantik dipadu blue ring di tombol utama dan kamera belakangnya!

Berikut spesifikasi Blade G Lux dari laman ZTE:

Device Features

  • Operating System:Android 4.4.2
  • Processor:MT6572, 1.3GHz Dual Core
  • Dimensions:132 * 66 * 9.1mm
  • Weight:135 gr
  • Display:4.5 “, FWVGA480 * 854

Technical Specifications

  • Network:GSM / UMTS / HSPA + 21Mbps GSM 850/900/1800 / 1900MHz WCDMA 900 / 2100MHz
  • Battery:1850mAh
  • Connectivity:WiFi 802.11b / g / n / GPS with AGPS / Bluetooth 3.0 / Accelerometer / Proximity / Light / SIM standard 2FF

Extra Information

  • Memory:512M RAM + 4GB ROM / MicroSD slot up to 32GB
  • Camera:8M Back Camera / Auto Focus, LED Flash / Front 2MP Camera
  • Applications:GPS with AGPS

Harga: Rp. 1.199.000

Nah, yang ini favorit saya:

ZTE Blade Vec Pro

Ponsel yang dilengkapi prosesor terbaik Octa Core ini punya banyak banget keunggulan keren sebagai kamera profesional! Ada 7 class exposure, 6 pilihan efek warna, 13 piihan scene, independent focus, panorama, HDR, exposure dan baterai yang tahan lama. Selain itu, desainnya tipis (cuma 7,5 mm) dan layar tanpa finger print sungguhlah kece dipadu Glass Fiber Scratch Retardant.

Fitur Blade Vec Pro bak fitur yang dimiliki kamera profesional

Fitur Blade Vec Pro bak fitur yang dimiliki kamera profesional

Keunggulan Blade Vec Pro:

  • Layar besar (5 inch) dengan resolusi tinggi 720 x 1280 pixels
  • Kamera kece 8 MP
  • Prosesor Quad Core
  • Support jaringan 4G

Berikut spesifikasinya yang saya cuplik dari sini:

Basic Information

Dimensions 142.3×70.4×7.8mm
Battery capacity 2300mAh
Screen Size 5.0 inch
Camera 13MP Rear Main Camera, Auto Focus, LED Flash, 2MP Front Camera
Display 5.0”HD, 1280×720

System Information

Network LTE
Band LTE: 800/900/1800/2600 Cat 4, GSM/UMTS: GSM 900/1800/1900MHz, WCDMA 900/1900/2100MHz
OS Android 4.4
CPU quad-core
Processor Qualcomm®SnapdragonTM 400 processor with 1.2 GHz quad-core CPUs
Memory 1GB RAM + 16GB ROM

Advanced Features

Wi-fi 802.11b/g/n
Bluetooth Bluetooth 4.0
Others GPS, with AGPS, Accelerometer/Proximity/Light

Harga: Rp. 2.499.000

Setelah kenalan dengan keluarga Blade, kamu naksir Blade yang mana?

 
2 Comments

Posted by on December 14, 2014 in Gadget, Information, Review

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Bakmi Ayam Alok

Petualangan kuliner saya kali ini jatuh pada Bakmi Ayam Alok yang saya temukan di food court berkonsep mirip Eat n Eat, Foodtown di Living World, Alam Sutera. Sebenernya saya sudah lama penasaran dengan rasa bakmi ini karena membaca review di beberapa blog dan melihat tampilannya wira-wiri di Instagram.
20140803-040243 PM-57763955.jpg
Bakmi Ayam Alok cabang Living World

Dari info mbak penjaga kasir sekaligus server, penjual bakmi ini adalah seorang bernama Alok, yang fotonya sedang memasak bakmi terpampang di konter.
20140803-040750 PM-58070261.jpg
“Koh Alok masih hidup, mbak, tapi udah tua,” papar mbaknya seakan membaca pikiran saya saat sedang memandang foto pria keturunan Chinese. Bakmi ayam Alok sudah 36 tahun berdiri. Wow! *efek habis baca tulisan di bawah foto koh Alok :D*

Saya kemudian memesan bakmi ayam bakso 1 porsi (Rp. 32.727 sebelum pajak). Tadinya saya berniat memesan pangsit goreng (isi 3 buah Rp. 15.000 sebelum pajak), namun ternyata sudah habis. Oiya, di sini kamu bisa pesan 1/2 porsi atau 1,5 porsi bakmi. Saya memesan 1 porsi, karena porsinya, sih, standar, ya.
20140803-035347 PM-57227559.jpg

20140803-041932 PM-58772962.jpg
Daftar Menu

Untuk condiment-nya, standar penyajian bakmi: irisan daun bawang, kecap manis, kecap asin, lada putih bubuk, saus dan sambal. Bakmi ini disajikan bersama semangkuk kecil kuah hangat yang gurih. Bakminya lembut dan gurih, tipe bakmi keriting kesukaan saya 😉
20140803-041444 PM-58484653.jpg
Yang membedakan bakmi ayam Alok dengan bakmi sejenis adalah topping irisan daging ayamnya. Jika bakmi standar menggunakan topping ayam dipotong dadu yang dimasak kecap, topping ayam di bakmi Alok dikukus dan dibumbui lalu diiris dengan potongan agak besar. Selain itu, tidak ada sayuran hijau apapun di dalam porsi semangkuk bakmi.

Sayangnya, buat saya bakminya terlalu berminyak. Nikmat menyantapnya berkurang karena minyak yang terlalu banyak di bakminya.

Innath’s Point: 7,5/10

Bakmi Ayam Alok
Foodtown lantai 2
Living World Mall Alam Sutera
Tangerang Selatan

Cabang lain:
1. Pantai Indah Kapuk
2. Summarecon Digital Centre (SDC) Mall

20140803-034727 PM-56847501.jpg

 
6 Comments

Posted by on August 3, 2014 in Information, Review, we loooveeee eat

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Si Hijau yang Menyehatkan

seriously, what does it taste?

Tanya seorang teman di akun Instagram saya pasca saya mengunggah foto green smoothies. Berulang kali pertanyaan sejenis muncul. Iya, itu jus sayur dan buah. Aneh ya? Hehehe 😀
20140722-223519-81319430.jpg
3 bulan lalu, seorang teman sekantor penasaran mengenai rasa green smoothies yang saya buat. Maka, saya berjanji membuatkannya esok. Keesokan paginya, segelas jus berwarna hijau muncul di mejanya. Iya, jus buatan saya. Agak takjub memandang cairan itu, Kipiy, teman kantor saya, melarang saya menyebutkan bahan-bahan yang saya campurkan ke dalam blender.

“Jangan kasih tau gue ini apaan! Setidaknya, sampai gue bisa habisin, baru kasih tahu. Deal?”

“Deal,” jawab saya.
20140704-011655-4615475.jpg
Tegukan pertama, jeritan yang keluar dari mulut Kipiy adalah pujian-pujian betapa enaknya minuman hijau itu. 😀

Selanjutnya tentu bisa ditebak: jus hijau yang berisi bokchoy, perasan jeruk sunkist, nanas beku, flaxseed, sunflower seeds, apel granny smith dan air ini habis tak bersisa.

Ah, senangnya. 😀 😀

Itu tadi kisah usaha hidup sehat yang saya lakukan beberapa bulan belakangan. Lagi diet, neng? Enggak, tuh 😉 Saya termasuk orang yang tidak rewel sama makanan. Mungkin karena 5 tahun pernah jadi wartawan, tahu bagaimana ribetnya dan sempitnya waktu makan, makanya cenderung ngga ribet sama makanan. Tapi jangan lupa, umur kan makin nambah, metabolisme tubuh ngga lagi sama. Seiring metabolisme tubuh yang makin ngga oke karena jarang olah raga, saya makin peduli sama apa yang saya masukkan ke dalam tubuh.
20140722-223319-81199635.jpg

[foto diambil dari Pinterest]

Pola hidup dan pola makan saya juga ngga oke oke banget, masih doyan keripik dan gorengan, kadang malas lari dan doyan makanan bersantan.

Nah, untuk itu saya akhirnya memutuskan untuk membuat sarapan sehat dan praktis (berbahan dasar buah dan sayur tentunya) dalam 5 menit saja sebagai bagian dari aksi sehat 5 menit ala Inne Nathalia. Terus ngapain aja?

Saya berkomitmen sama diri sendiri, buat punya minimal 1 kali (ya pas sarapan itu) makan atau minum yang menyehatkan. At least, saya kasih asupan yang ‘benar’ sekali sehari, jika memang 2 kali makan berikutnya saya belum bisa kontrol untuk full gaya hidup sehat. Caranya? Makan buah potongan atau minum green smoothies yang berbahan buah dan sayur sebagai menu sarapan sehari-hari. Gampang dan praktis dibuat dalam 5 menit saja! 😀
20140722-235539-86139479.jpg20140722-235537-86137474.jpg
Keputusan ini juga tak lepas saya ambil pasca tahu fakta dari WHO yang merekomendasikan masyakat global untuk konsumsi buah dan sayur setiap hari sebanyak 400 gram. Mulailah saya browsing dan menemukan, sepertinya untuk anak kost seperti saya, pilihan asupan sarapan dari buah dan sayur melalui green smoothies dan sarapan buah potong tidak menyusahkan 😀

Berangkaaaat! 😀 Ini, nih, salah satu foto makanan sarapan saya: buah-buahan potong.
20140722-225358-82438074.jpg

Awalnya semua nampak menyenangkan dan baik-baik saja, sampai pada saat saya kesulitan menemukan cara memproses sayur dan buah sebelum saya konsumsi. Bagaimanapun juga, semua sayur dan buah yang akan saya satukan dalam blender perlu dibersihkan dengan benar. Air saja tidak cukup karena saya menggunakan bahan mentah (sayur dan buah) yang tidak melalui proses pematangan (direbus, dikukus apalagi digoreng, hihi) Iya, sayur yang akan saya jadikan green smoothies itu ngga direbus dulu 😀 Jangan lupa, proses penanaman buah dan sayur melibatkan bahan-bahan pestisida untuk melindungi tanaman dari berbagai serangga. 😦

Untungnya, saya cepat menemukan solusinya! Saya menggunakan Mama Lime Anti Bacteria, cairan pencuci piring yang juga pembersih sayur dan buah untuk merontokkan sisa pestisida. 20140722-230349-83029582.jpg

Pada awalnya saya sangsi, apa benar cairan pencuci piring bisa aman dipakai untuk cuci buah dan sayur? Ternyata Mama Lime Anti Bacteria sudah mengandung formula BioGuard yang Food Grade, jadi aman untuk dikonsumsi, nih. *elus dada* *dada Adam Levine*
20140722-233325-84805492.jpg
Lalu bagaimana cara pakainya?
1. Siapkan wadah untuk mencuci sayur dan buah. Saya biasa menggunakan baskom atau mangkok besar yang bersih.
20140722-234506-85506764.jpg
2. Tuangkan sedikit saja Mama Lime Anti Bacteria sambil isi wadah dengan air bersih. Ngga usah sampai penuh, ya, airnya karena akan dimasukkan bahan yang mau dicuci. Aduk lembut hingga berbusa.

3. Masukkan buah dan sayur yang ingin dicuci. Cuci semua bagian menggunakan air yang tercampur Mama Lime Anti Bacteria selama 1,5 menit.

4. Nyalakan keran air, kemudian bilas buah dan sayur dengan air mengalir selama sekitar 1,5 menit juga.

5. Keringkan dengan serbet bersih untuk buah atau langsung konsumsi juga bisaaa! 😀 Proses ini memakan waktu sekitar 2 menit saja.

Gampang, kaaan? 😉 Ini video tutorialnya saya sertakan:

Jadi ngga ada alasan susah makan sayur dan buah lagi, dong, ya 😉

Eniwei, Mama Lime Anti Bacteria ini tersedia dalam 2 varian keharuman: Lime dan Green Tea. Favorit saya adalah aroma Green Tea yang segar dan bikin mood oke tiap abis nyium (ini beneran!). Oiya, harga Mama Lime Anti Bacteria juga terjangkau, untuk kemasan botol isi 400ml, harganya ngga sampai 15 ribu! 😀 kemasan isi ulangnya juga ada, dengan harga ngga sampai 10 ribu. Kalau sudah begini, ternyata ungkapan “makanan sehat itu mahal” ngga selamanya benar ya? 😉

By the way, apa sih buah dan sayur favoritmu?

======
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Aksi Sehat 5 Menit bersama Mama Lime Anti Bacteria.

 
9 Comments

Posted by on July 1, 2014 in Information, Lifestyle, Review

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,